Sesunyi Mencintai

Mencintai dalam diam.

"Kenapa rasanya sakit sekali mencintai dalam diam, hanya dapat memandanginya dari jauh berharap dia akan menoleh pada ku. Padahal dia tak mengenal ku sama sekali." Gumam Adiva yang masih menatap seseorang yang dia cintai bersama seorang perempuan sambil bercanda ria.

"Kamu masih saja mencintainya dalam diam padahal dia sama sekali tak menoleh padamu div." Ucap Syakila --sahabat adiva-- sambil duduk di samping adiva. Dia tak habis pikir dengan adiva masih saja dia kuat memendam perasaannya, padahalkan mencintai dalam diam itu menyakitkan.

"Aku percaya kok suatu saat dia akan tau bahwa aku mencintainya, aku percaya kok." Padahal di dalam hatinya dia tak yakin orang itu akan menoleh padanya.

"Terserah kamu sajalah div aku lelah." Sahut Syakila dengan nada putus asanya. Yang hanya di balas senyuman oleh Adiva.

"Aku gapapa kok Kil. Begini juga tak apa yang penting aku masih bisa melihat senyumnya." Ucap Adiva sambil mengalihkan pandangannya --dari seseorang yang dia cintai-- menatap sahabat yang amat dia sayangi.

"Yayaya terserah apa katamu saja lah Div." Sambil merotasi bola matanya, merasa sebal karna jawaban yang di berikan oleh sahabatnya ini.

"Sudah yuk kita kembali ke kelas saja bel istirahat sebentar lagi berbunyi." Sambil menarik Syakila. Dia mengalihkan pandangan menatap seseorang yang dia cintai itu.
Tatapan mereka bertemu untuk pertama kalinya, ada senyum tipis tersemat di bibir itu. Ah dia masih ingin melihat senyum itu

Kalian tau kenapa aku masih berharap suatu saat dia akan mencintaiku. Karna aku percaya suatu saat dia akan mencintaiku, yaa meskipun aku harus merasakan rasa sakit ini dulu. Rasanya sungguh menyakitkan melihat dia bersama perempuan lain, seperti ada ribuan belati yang menyayat hati ini. Tapi aku tak bisa menghilangkan rasa ini, rasa itu sudah mengakar di dalam hatiku. Jatuh cinta itu merepotkan terlebih mencintai dalam diam.

Dan aku takkan berhenti berharap padanya. Karna dia akan mencintaiku. Suatu saat nanti"
~~~
"Aku kan memang mencintaimu Adiva." Suara itu, suara yang amat dia cintai, suara yang tak akan pernah bosan dia dengar. Ah rasanya ini seperti mimpi saja aku bisa bersama dia. Seseorang yang amat aku cintai.

"Kamu sudah selesai menulis ceritanya Div?" Tanpa mengalihkan tatapannya dari Adiva. Wanita yang amat di cintainya ini. Kalian pasti bingung bukan kenapa aku menyebutnya wanita, jelas saja karna 2 tahun yang lalu aku menikahi dan sekarang kita di karuniai seorang anak.

"Sudah. Aku sudah selesai menulis ceritanya kok." Sambil bergelayut manja di lengannya. "Aku masih ngerasa ini mimpi loh bisa nikah sama kamu padahal dulu kita ga dekat sama sekali, bahkan kamu ga kenal sama aku." Sambil menatap Razka --suaminya-- yang hanya di balas dengan senyuman dan tatapan cinta oleh Razka.

Yap jika yang kalian pikirkan bahwa aku dan dia suami istri itu benar sekali. Sebenarnya aku bingung harus bercerita darimana, karna semuanya terasa seperti mimpi. Seseorang yang aku cintai menjadi suami ku. Dulu itu hanya sebuah khayalan di pikiranku tapi siapa sangka dia benar benar menjadi suamiku.

Rasa bahagiaku tak bisa di ungkapkan oleh kata. Akan menghabis kan banyak halaman jika aku mengungkapkan rasa bahagiaku ini

Jadi buat kalian yang mencintai dalam diam tetap semangat dan percaya ya. Semoga kisah kalian berakhir bahagia seperti ku atau seperi kisah kisah bahagia lainnya.

  Tamat

Komentar

  1. Natap doang ending nya nikah, yg berjuang apa kabarnya? Wkwk😂
    XKU1

    BalasHapus
  2. Yang berjuang apa kabarnya?? (2)

    X KU 1

    BalasHapus
  3. Gua banget tuh 😂
    XKU1

    BalasHapus
  4. Njiirr nyentuh banget ma
    XKU1

    BalasHapus
  5. Yg berjuang apa kabar??:v (3)
    XKU1

    BalasHapus
  6. Nice post
    Xap2
    Keziahasali03blogspot.com

    BalasHapus
  7. Nice post
    X ap2
    Izzzadea.blogspot.com (back)

    BalasHapus
  8. nice
    XAP1
    theresia123.blogspot.com

    BalasHapus
  9. Bagus

    X Ap 4

    Back Blog me Iraoktavianidewi.blogspot.com

    BalasHapus

Posting Komentar