KEPRIBADIAN TOKOH DALAM NOVEL #TEMAN TAPI MENIKAH 2 KARYA AYUDIA BING SLAMET DAN DITTO PERCUSSION KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD
KEPRIBADIAN TOKOH DALAM NOVEL #TEMAN TAPI MENIKAH 2 KARYA AYUDIA BING SLAMET DAN DITTO PERCUSSION KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD
Windi Yulian
Universitas Pamulang, Tangerang Selatan
Wimdiyulian11@gmail.com
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan kepribadian tokoh dalam novel #Teman Tapi Menikah 2 karya Ayudia bingslamet dan Ditto Percussion. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Frued. Datanya dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi dengan teknik mencatat. Hasil dalam penelitian ini menunjukan adanya id, ego dan superego pada tokoh – tokoh dalam novel #Teman Tapi Menikah 2 karya Ayudia bingslamet dan Ditto Percussion.
Kata kunci : Psikoanalisis, Sigmund Freud, #Teman Tapi Menikah 2
ABSTRACT
This research aims to describe and explain the personality of the characters in the novel #Teman Tapi Menikah 2 by Ayudia bingslamet and Ditto Percussion. This research is qualitative descriptive research with a literary psychology approach using Sigmund Frued's psychoanalysis theory. The data is collected using documentation methods with recording techniques. The results in this study showed the existence of id, ego and superego in the characters in the novel #Teman Tapi Menikah 2 by Ayudia bingslamet and Ditto Percussion.
Keyword : Psychoanalysis, Sigmund Freud, #Teman Tapi Menikah 2
Pendahuluan
Novel merupakan salah satu karya sastra yang mengandalakan tokoh atau pemeran sebagai salah satu unsur pembangunnya. Sebuah tokoh tersaji lengkap dengan emosi dan permasalahan kehidupan yang menjadi nyawa dalam sebuah novel. Salah satu permasalahan yang dapat dikaji dalam sebuah karya sastra adalah masalah kejiawaan yang dialami para tokoh – tokoh dalam novel tersebut. Analisis ini bertujuan untuk memaparkan kepribadian para tokoh dalam novel #Teman Tapi Menikah 2 karya Ayudia Bingslamet dan Ditto Percussion dengan pendekataan psikoanalisis Sigmund Freud yang mana akan mengkaji id, ego dan superego para tokoh dalam novel. Data – data diperoleh dengan teknik membaca berulang dan mencatat. Analisis ini akan disajikan secara deskriptif.
Novel #Teman Tapi Menikah 2 karya Ayudia Bingslamet dan Ditto Percussion diterbitkan pertama kali pada tahun 2016 oleh PT. Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia, Anggota IKAPI, Jakarta yang mana merupakan kelanjutan dari novel #Teman Tapi Menikah. Pada novel ini mengkhususkan cerita dengan konflik – konflik pasca pemeran utama Ayu dan Ditto sepasang sahabat yang baru saja resmi berpacaran. Bagaimana mereka menyiapkan pernikahan dan puncaknya pada masa kehamilan Ayu yang berhasil mengoyak emosi pembacanya.
Analisis ini dilakukan dengan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud yaitu terkait id, ego dan superego. Id berkaitan dengan ketidaksadaran yang berorientasi pada kepuasan tanpa memperhatikan lingkungan realitas secara objektif. Id erat kaitannya dengan insting seksual dan insting agresif. Id tidak mempertimbangkan baik dan buruk. Ego atau disebut juga prinsip realitas, karena ego bekerja secara sadar dan berperan besar dalam mengambil keputusan. Superego atau lebih dikenal dengan hati nurani, cara kerjanya dengan membatasi segala keinginan id yang tidak terkendali karena superego mengenali baik dan buruk.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Id, Ego, dan Superego pada novel #Teman Tapi Menikah 2 Karya Ayudia bingslamet dan Ditto Percussion
Id
Id memiliki perwujudan berupa energi yang menekan manusia untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makan, seks, menolak rasa sakit atau ketidaknyamanan. Hasil analisis terhadap tokoh novel #Teman Tapi Menikah 2 memberi gambaran yang jelas tentang wujud – wujud Id. Pada tokoh Ayu, wujud Id terlihat pada tokoh Ayu, wujud pemenuhan Id terlihat dari keinginan Ayu untuk selalu ditemani suami selama kehamilannya bahkan sampai disaat suami harus pergi bekerja (manggung) yang tidak memungkinkan untuk meninggalkan pekerjaan. Kutipan berikut memperjelas gambaran Id dari tokoh Ayu.
“….Sebelum Ditto sama teman – temannya manggung, mereka mengadakan semacam acara gathering itu tiba – tiba aku tahan.Entah kenapa, saat itu aku nggak mau ditinggal sama dia. Aku penginnya Ditto nemenin aku di hotel aja. Aku bilang ke dia, “Mas, nggak usah ikut, ya. Mas di sini aja.”…..” (#TTM2:103 -104)
Kutipan tersebut menunjukan bagaimana Ayu ingin selalu ditemani Ditto selama kehamilannya yang mana sebagai perwujudan Id yaitu menolak rasa tidak nyaman atau pemuasan keinginan.
Ego
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa ego memegang kendali besar pada pengambilan keputusan. Gambaran ego pada novel #Teman Tapi Menikah 2 terlihat dari kedua tokoh yaitu Ayu dan Ditto
“Ncip, tadi kenapa, sih ? kita tadi marah kenapa, sih ?” itu yang ditanyain Ditto pas dia masuk kamar, setelah selesai kerja. Aku masih tetap dengan posisi ketika dia ninggalin akun untuk manggung. Duduk di kasur sambil nonton TV. Tapi pas dia datang dan duduk di sebelahku, tanganku otomatis langsung ambil remote dan ngecilin volume TVnya. Kali ini aku semakin bersyukur dengan persahabatan yang sudah kami jalin bertahun –tahun. Tidak sia – sia setiap kami abis berantem, kami selalu memutuskan buat ngomongin lagi apa masalah yang sebenernya, kenapa kami jadi berantem kaya tadi .(#TTM 2: 106)
Dari kutipan di atas dapat dilihat bahwa ada wujud ego dari kedua tokoh dengan selalu memutuskan berdiskusi atas setiap keributan yang terjadi, keduanya sadar bahwa dengan memutuskan untuk selalu berdiskusi akan dapat menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.
Superego
Superego sering disebut sebagai hati nurani dimana mengacu pada moralitas yang mana superego menjadi pembatasa atas keinginan Id yang tidak terkendali. Gambaran superego pada novel #Teman Tapi Menikah 2 terlihat pada kedua tokoh yang digambarkan oleh kutipan berikut
“Ternyata tesspack itu lagi –lagi nunjuki tanda positif. Akhirnya kami menerima dengan lapang dada bahwa anak pertama kami sudah hadir di tengah keluarga kecil kami. Yah, walaupun penerimaan itu baru muncul setelah beberapa tesspack dipakai sama Ayu. Alhamdulillah. Tapi, ya, gue juga bingung. Sebenernya kami berdua mencoba berpikir positif, bahwa kami melakukan ini dengan cinta. Selama kami melakukan Sesutu dengan cinta, kami percaya kalau kami akan ngelakuin hal yang terbaik untuk kedepannya, untuk keluarga kami. Jadi kenapa takut ? Akhirnya kami memutuskan untuk mempertahankan kandungan Ayu. Walau sempat ada drama, “udahlah, gugurin aja’….” (#TTM 2: 86)
Kutipan diatas menggambarkan wujud superego dari kedua tokoh yaitu pengambilan keputusan untuk mempertahankan kehamilan tokoh Ayu yang sebelumnya ada dorongan dari Id untuk menggugurkan kandungan tersebut yang mana menggugurkan kandungan apalagi dari perkawinan yang sah dianggap tidak sesuai dengan moralitas di masyarakat maka dari itu superego nampak untuk membatasi id yang tidak terkontrol.
KESIMPULAN
Setelah melakukan kajian terhadap novel #Teman Tapi Menikah 2 dengan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud dapat disimpulkan bahwa adanya gambaran id, ego dan superego.Gambaran Id tokoh – tokoh pada novel #Teman Tapi Menikah 2 muncul dari naluri serta menolak perasaan ketidaknyamanan. Gambaran ego tokoh – tokoh pada novel #Teman Tapi Menikah 2 menunjukan adanya sikap pengambilan keputusan oleh para tokoh atas masalah yang dihadapi. Gambaran superego tokoh – tokoh #Teman Tapi Menikah 2 menunjukan adanya pertimbangan terhadap moralitas yang berlaku di masyarakat serta pembatasan atas id yang tidak terkendali.
DAFTAR PUSTAKA
Bingslamet, A., & Percussion, D. (2016). #Teman Tapi Menikah 2. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Rahmadiyanti, R. V. (2020). TOKOH SARI DALAM NOVEL PEREMPUAN BERSAMPUR MERAH KARYA INTAN ANDARU: KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD. Bapala, 1 - 12.
Suprapto. (2018). KEPRIBADIAN TOKOH DALAM NOVEL JALAN TAK ADA UJUNG. METAFORA, 54 - 69.
Komentar
Posting Komentar